Informasi ini sempat dikira berita hoax,
jika hoax kenapa yang menyatakan hoax tak menyicipinya terlebih dahulu?
Itulah Indonesia, yang benar dinyatakan salah dan yang salah dirasa
benar. Kenapa? Karena mereka tak merisetnya sendiri.
Itulah gunanya riset atau research
yang berarti “re” (kembali) dan “search” (mencari) adalah mencari
informasi lagi dan lagi dan lagi, hingga dapat dibuktikan atau
disimpulkan sebagai berita yang benar, atau pun tidak benar. Begitu
lohhh :D
Silahkan perhatikan tanaman hias ini
betul-betul, anda akan langsung menyadari bahwa anda sering melihatnya
bukan? Atau mungkin ada di pekarangan rumah anda.
Di Indonesia tanaman ini umum disebut daun bahagia atau bunga bahagia, dumb cane, leopard lily, pisang tanah dan lainnya. Nama ilmiahnya adalah Dieffenbachia amoena.
Dieffenbachia merupakan tanaman
hias populer yang biasa ditanam di pekarangan. Keindahannya berasal dari
bentuk tajuk dan juga warna daunnya yang bervariasi: hijau dengan
bercak-bercak hijau muda atau kuning.
Untuk para ibu, jauhkan tanaman hias ini
dari jangkauan anak-anak dan keluarga anda! Terutama anak-anak atau
balita yang masih suka menggigit-gigit benda terutama yang berumur 1
sampai 3 tahun yang tidak tahu apa-apa, mungkin saja memetik daun pohon
hiasan ini dan mengunyahnya jika anda letakkan diruang tamu atau teras
depan rumah anda! Maka pindahkan dan letakkan jauh dari jangkauan
anak-anak dan balita.
Tumbuhan Beracun
Pohon hiasan ini adalah jenis tumbuhan
yang sangat beracun, dapat mengakibatkan kematian sekiranya anak anda
menggigit dan menelan daunnya. Ada beberapa website terpercaya yang
menyatakan hal ini, namun saya akan memuatnya beberapa saja.
1. Wikipedia
Informasi beracunnya tumbuhan ini juga
disebutkan pada wikipedia dalam beberapa bahasa. Seperti jenis
Dieffenbachia lainnya, tumbuhan ini getahnya beracun. Berikut pernyataan
dari wikipedia:
Dieffenbachia amoena (dumbcane) is
a monocot which is commonly cultivated as a houseplant, for its
decorative leaves. It is a very popular and hardy shade-loving plant.
Its leaves are large, oblong, and cream or light yellow with deep green
spots and stripes in bands along the veins and border. Like any other Dieffenbachia its sap is poisonous. (wikipedia)
2. Canadian Poisonous Plants Information System
Begitu juga pada website Canadian Poisonous Plants Information System yang menyatakan bahwa tanaman ini beracun dalam serangkaian uji laboratorim dan hasil risetnya.

Pada eksperimen menggunakan tikus telah membuktikan toksisitas daun dan jaringan pada batang dari tanaman ini.
Kematian dapat terjadi setelah pemberian 3.0 g ekstrak tanaman pada 10,0 mililiter cairan per 100 gram dari berat badan (Der Marderosian et al. 1976).
Bahkan sudah mendapat referensi dari babarepa ahli dibidangnya seperti Der Marderosian, A. H., Giller, F. B., Roia, F. C. 1976.
Juga dalam buku yang berjudul: “Phytochemical and toxicological screening of household ornamental plants potentially toxic to humans”. yang disusun oleh J. Toxicol. Environ. Health, 1: 939-953.
Berikut pernyataan dari website Canadian Poisonous Plants Information System:
General poisoning notes:
Giant dumbcane (Dieffenbachia amoena) is an indoor ornamental plant. Experimental work on rodents proved the toxicity of leaf and stem tissue from giant dumbcane.
Death occurred after administration of 3.0 g of plant extract in 10.0 mL of liquid per 100 g of body weight (Der Marderosian et al. 1976).
References:
Der Marderosian, A. H., Giller, F. B.,
Roia, F. C. 1976. Phytochemical and toxicological screening of household
ornamental plants potentially toxic to humans. 1. J. Toxicol. Environ.
Health, 1: 939-953.
3. Plant Of The Week
Selain itu pada website plantoftheweek,
dinyatakan bahwa tumbuhan ini dapat membuat rasa terbakar pada mulut.
Getahnya yang tajam sejauh ini dinyatakkan akan membuat mulut seperti
rasakan terbakar dan mati rasa pada tenggorokan bahkan mungkin dapat
melumpuhkan pita suara.
Tanaman ini sebaiknya tidak digunakan di
sekitar anak-anak kecil yang cenderung meletakkan segala sesuatu di
mulut mereka. Berikut pernyataan dari website Plant Of The Week :
Dieffenbachia amoena, or Dumb Cane, is a
plant widely used for interiorscapes and houseplants. The name Dumb Cane
reflects the fact that the acrid sap will burn the mouth and numb the throat to the extent that it may even paralyze the vocal cords. The plant should not be used around small children who are likely to put things in their mouths.
Mengandung kalsium oksalat

Kandungan racun yang kuat pada tanaman ini mampu membunuh kanak-kanak dalam waktu kurang dari 1 menit.
Sedang pada orang dewasa racunnya dapat
menyebabkan kematian kurang dari 15 menit. Bayangkan betapa kuatnya
racun yang terdapat pada daun pohon ini.
Jika mengenai mata, racun atau getahnya dapat menyebabkan kebutaan. Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel yang disebut rafida dan berbentuk jarum.
Reaksi Racun
Getah daun dan batang Dieffenbachia
BERBAHAYA karena dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir
dan lidah serta kerongkongan bila mengenainya.
Reaksi awal racun ketika menggigit daun
tanaman ini adalah lidah anda akan membengkak dan dengan segera
mengganggu pernafasan anda. Ini akan menyebabkan kematian karena dada
anda terasa sesak dan tidak dapat bernafas.
Meskipun setelah beberapa waktu dapat
pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, bahkan kematian
apabila kejang mengganggu saluran pernapasan. Anak-anak dan hewan
peliharaan rentan akan bahaya ini.
Tanaman satu ini sering terdapat di
kanor-kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah sebagai hiasan kerana
daunnya yang terlihat bagus. Tanaman ini berasal dari Kenya , Rwanda dan
Uganda.
Tumbuhan ini cocok tumbuh di iklim
tropis. Daunnya yang besar dan hijau menjadi daya tarik tersendiri
terutama bagi kaum ibu. Ada laporan yang menyatakan, bahwa racunnya
pernah diterapkan untuk menghukum budak pada masa lalu.
Pengobatan Kanker
Di Filipina, tanaman ini sedang dipelajari, peneliti telah menemukan bahwa tanaman Dieffenbachia mengandung bahan aktif yang menyebabkan efek antiangiogenic, potensi untuk pengobatan kanker.
Anti Angiogenesis adalah proses yang
menghambat pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah baru dalam tubuh.
Antiangiogenesis mengontrol penyebaran sel tumor dalam tubuh dengan
menonaktifkan transportasi nutrisi ke sel-sel kanker.
Biasanya, tumor dan kanker dimulai dari
satu sel dan membelah untuk membuat sel-sel kanker lainnya. Pertumbuhan
sel-sel ganas itu akan tergantung pada ketersediaan nutrisi tertentu
yang diangkut oleh pembuluh darah.
Temuan dari studi ini menyatakan bahwa kemampuan Dieffenbachia
untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah dan pengembangannya, mungkin
dapat digunakan dalam perumusan obat anti-kanker untuk membantu mencegah
penyebaran sel kanker dalam tubuh manusia.